Nabi Adam

Nabi Adam alaihissalam adalah manusia pertama di bumi. Malaikat dan iblis adalah dua makhluk ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Malaikat diciptakan dari cahaya, mereka memiliki sifat taat, sedangkan iblis diciptakan dari api, mereka memiliki sifat pembangkang. Jauh sebelum manusia diciptakan, iblis telah menempati bumi ini. Mereka membuat keonaran, saling menyakiti, dan berselisih.

Allah pun mengutus para malaikat-Nya untuk menghentikan kekacauan itu. Pasukan malaikat bertarung dengan para iblis. Akibatnya, bumi pun mengalami kerusakan. Maka, ketika Allah berfirman ingin menciptakan khalifah, pemimpin di bumi, para malaikat pun bertanya, “Untuk apa menciptakan makhluk yang akan merusak bumi?” Namun, Allah lebih tahu dan Maha Tahu atas segalanya.

Dia Allah berfirman dalam surat Al-baqarah (2:30):

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?’ Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’”

Allah menciptakan manusia pertama dengan tangan-Nya sendiri. Manusia diciptakan dari segumpal tanah liat. Allah membentuknya dengan sangat sempurna. Setelah tubuh itu selesai dibuat, Allah meniupkan ruh ke dalamnya. Maka manusia pertama pun lahir, dialah Nabi Adam alaihissalam.

Dalam surat Al-hijr (25:38-29) Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ‎﴿٢٨﴾‏ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ‎﴿٢٩﴾‏

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.’”

Nabi Adam diciptakan dengan segala kemuliaan dan diberi kedudukan yang mulia pula. Allah memberikan perintah kepada para malaikat dan golongan jin untuk bersujud kepada Nabi Adam. Sesuai dengan sifatnya, iblis menolak perintah tersebut. Iblis yang menolak perintah Allah pun mendapat hukuman. Sejak saat itu, iblis diusir dari surga dan dilaknat oleh Allah hingga hari kiamat tiba. Iblis merasa kecewa sekaligus marah.

Iblis tidak menyangka akan diusir dari surga untuk selamanya. Maka, iblis bersumpah kepada Allah bahwa mereka akan menggoda Nabi Adam dan seluruh anak cucunya untuk berbuat dosa. Nabi Adam adalah manusia pertama dan satu-satunya. Dia tidak memiliki ayah, ibu, ataupun saudara. Dia menghabiskan hari-harinya sendirian.

Suatu ketika, Nabi Adam tertidur di bawah sebuah pohon. Saat itulah Allah mengambil satu tulang rusuk sebelah kiri dari Nabi Adam dan mengubahnya menjadi manusia. Ketika membuka mata, Nabi Adam melihat seorang wanita duduk di sampingnya. Nabi Adam bertanya, “Siapakah engkau?” Wanita itu menjawab bahwa dia adalah seorang wanita yang diciptakan untuk menemani Nabi Adam agar merasa tenang dan tenteram hidup bersamanya.

Salah satu malaikat bertanya kepada Nabi Adam, “Siapakah namanya?” Nabi Adam menjawab, “Hawa.” Allah menikahkan Nabi Adam dengan Hawa. Mereka pun menjadi sepasang suami istri. Lalu Allah memerintahkan agar Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga. Mereka boleh memakan apa saja yang ada di surga, namun Allah melarang mereka berdua untuk mendekati satu pohon tertentu. “Janganlah kamu dekati pohon ini, atau kamu akan termasuk orang-orang yang zalim,” begitulah firman Allah.

Surga adalah tempat yang begitu indah dan luas. Ada sungai dengan air yang sangat jernih, ada pula sungai dengan air susu, sungai dengan air anggur yang tidak memabukkan, dan sungai dengan air madu yang murni. Sungguh tempat yang luar biasa. Di sanalah Nabi Adam dan Hawa hidup dengan bahagia. Mereka berdua bebas menikmati apa saja yang ada di dalamnya.

Namun, kebahagiaan Nabi Adam dan Hawa ini semakin membuat iblis marah. Iblis berusaha mencari cara untuk menggoda agar Nabi Adam dan istrinya melakukan perbuatan dosa. Sayangnya, semua rencana iblis itu gagal. Waktu terus berlalu, dan iblis tidak pernah menyerah. Mereka terus-menerus menggoda Nabi Adam hingga suatu saat iblis menemukan satu cara untuk menjatuhkan Nabi Adam.

Iblis berkata, “Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon khuldi, pohon keabadian, dan kerajaan yang tidak akan binasa?” Iblis mengeluarkan segala macam cara untuk membuat Nabi Adam tergoda. Tapi Nabi Adam tetap teguh. Iblis kemudian berpikir, “Jika tidak bisa menggoyahkan Adam, maka goyahkanlah Hawa.” Maka iblis pun menghasut Hawa, membujuknya untuk merayu Nabi Adam. Sedikit demi sedikit, Hawa mulai percaya pada perkataan iblis. Dia pun membujuk Nabi Adam untuk memetik buah khuldi tersebut. Untuk satu kali itu saja, iman Nabi Adam goyah, dan dia setuju untuk memetik buah khuldi tersebut.

Disebutkan dalam surat Al-baqarah (2:35-37):

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ ‎﴿٣٥﴾‏ فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ‎﴿٣٦﴾‏ فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ‎﴿٣٧﴾‏

“Dan Kami berfirman, ‘Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di surga dan makanlah dengan nikmat (aneka makanan) yang ada di sana sesuka kalian, tetapi janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim.’ (35)Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga itu dan menyebabkan keduanya dikeluarkan dari (kenikmatan) yang ada di sana, dan Kami berfirman, ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan kamu mempunyai tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.’ (36). Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya dan Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang (37)”

Nabi Adam dan Hawa mendekati pohon khuldi. Hawa memetik satu buah dan langsung memakannya. Nabi Adam pun memetik satu buah dan ikut memakannya. Sesaat setelah memakan buah itu, aurat Nabi Adam dan Hawa langsung tersingkap. Pakaian mereka menghilang secara tiba-tiba. Nabi Adam dan Hawa begitu terkejut. Mereka berdua merasa malu karena tidak mengenakan pakaian. Nabi Adam dan Hawa lari dari surga untuk mencari tempat bersembunyi. Saat itu, mereka berlindung di balik sebuah pohon.

Allah berfirman, “Apakah kamu lari dari-Ku, wahai Adam?” Nabi Adam menjawab, “Wahai Tuhanku, aku merasa malu kepada-Mu karena kesalahan yang telah aku perbuat.” Nabi Adam dan Hawa mengakui dosa mereka dan bertaubat demi mendapatkan ampunan dari Allah. Allah menerima taubat Nabi Adam dan Hawa. Namun, karena mereka telah melanggar larangan dan berbuat dosa, mereka pun diturunkan ke bumi.

Nabi Adam diturunkan di sebuah puncak gunung yang terletak di India, sedangkan Hawa diturunkan di Jeddah, Arab Saudi. Tempat yang terpisah sangat jauh. Selama ratusan tahun, mereka berdua saling mencari satu sama lain. Akhirnya, setelah 200 tahun, mereka bertemu di sebuah bukit bernama Jabal Rahmah.

Dalam surat Thaha (20:123) disebutkan:

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

“Allah berfirman, ‘Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Kemudian jika benar-benar datang petunjuk kepada kamu dari-Ku, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.’”

Sejak saat itu, Nabi Adam dan Hawa membangun kehidupan di bumi. Nabi Adam menanam tujuh butir biji gandum yang dibawa dari surga. Setiap biji yang ditanam tumbuh menjadi 100.000 biji. Mereka belajar bercocok tanam, merawat gandum, memanen, dan membuat roti. Nabi Adam dan Hawa pun hidup dengan penuh syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mukjizat ataupun keistimewaan yang diberikan kepada Nabi Adam AS yaitu diciptakan langsung melalui Tangan-Nya, ditiupkan langsung roh ciptaan-Nya, memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya, lalu diajarkan langsung oleh Allah SWT nama-nama segala sesuatu.

Dalam surat Al-Baqarah (2:31) disebutkan:

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, seraya berfirman, ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu memang benar!’” (QS. Al-Baqarah: 31)