Syarah Arbain Nawawi Ibnu Daqiq Hadist 18 / 42

الحديث الثامن عشر

[ عَنْ أَبِي ذَرٍّ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ ] رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيثٌ حَسَنٌ وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ : حَسَنٌ صَحِيحٌ

مناقب أبي ذر كثيرة أسلم ورسول الله صلى الله عليه و سلم بمكة وأمره أن يلحق بقومه فلما رأى حرصه على المقام معه بمكة وعلم أنه لا يقدر على ذلك قال له رسول الله صلى الله عليه و سلم [ إتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها ] وهذا موافق لقوله تعالى { إن الحسنات يذهبن السيئات } وقوله [ وخالق الناس بخلق حسن ] معناه : عامل الناس بما تحب أن يعاملوك به واعلم أن أثقل ما يوضع في الميزان الخلق الحسن وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم [ إن أحبكم إلي وأقربكم مني مجلسا يوم القيامة أحاسنكم أخلاقا ] وحسن الخلق من صفات النبيين والمرسلين وخيار المؤمنين : لا يجزون بالسيئة السيئة بل يعفون ويصفحون ويحسنون مع الإساءة إليهم

Hadis ke 18. SETELAH MELAKUKAN KESALAHAN SUSULLAH DENGAN KEBAIKAN

Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.

(HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadis ini hasan, pada lafaz lain hasan sahih)

Penjelasan:

Riwayat hidup Abu Dzar itu banyak. Ia masuk Islam ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam masih di Makkah dan beliau menyuruhnya kembali kepada kaumnya.

Namun ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menyaksikan tekadnya untuk tinggal di Makkah bersama beliau, maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak mampu lagi mencegahnya.

Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada Abu Dzar “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya”.

Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Sesungguhnya segala amal kebajikan menghapus segala perbuatan dosa”. (QS. Huud : 114)

Sabda beliau “Bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik” maksudnya bergaullah dengan manusia dengan cara-cara yang kamu merasa senang bila diperlakukan oleh mereka dengan cara seperti itu. Ketahuilah bahwa yang paling berat timbangannya di akhirat kelak adalah akhlaq yang baik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kamu dan yang paling dekat kepadaku posisinya pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaqnya diantara kamu”.

Akhlaq yang baik adalah sifat para nabi, para rasul dan orang-orang mukmin pilihan. Perbuatan buruk hendaklah tidak di balas dengan keburukan, tetapi dimaafkan dan diampuni serta dibalas dengan kebaikan.

Catatan

  • Takwa menurut Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu adalah “Engkau beramal dengan Al-Qur’an, mengharap pahala dari Allah, merasa cukup dengan rezeki yang diberikan dan bersiap-siap menghadapi hari perpisahan (kematian)”.
  • Wasiat yang paling utama (kepada keluarga) adalah wasiat takwa.
  • Keutamaan takwa:
    • Dijaga dari musuh-musuhnya
    • Akan diampuni dosa-dosanya dan diperbaiki amalnya
    • Mendapatkan cintanya Allah
    • Mendapatkan kemuliaan dari Allah
    • Akan mendapatkan kabar gembira ketika di dunia dan di akhirat
    • Terselamatkan dari api neraka
    • Mendapatkan surga yang penuh kenikmatan
    • Terselamat dari kesulitan dan mendapatkan jalan keluar dari kesulitan
  • Takwa adalah sifat di dalam hati manusia, yang diwujudkan dari perbuatan-perbuatan seperti: bersedekah, mampu mengendalikan diri atau menahan amarah, dan memaafkan sesama manusia (QS. Ali-Imron: 134).
  • Salah satu barometer iman seseorang adalah akhlak (yang lain adalah pelit/kikir). Aklak yang buruk dan pelit adalah tanda lemahnya iman.
  • Junaid Al-Baghdadi rahimahullah berkata: “Ada empat hal yang membuat orang diangkat derajatnya meskipun ilmu dan amalnya sedikit: bijaksana, tawadu, dermawan, dan akhlak yang baik”.